SELAMAT DATANG, SUGENG RAWUH, WILUJENG SUMPING, WELCOME

Blog ini dibuat dengan berdasar keingintahuan dan minat terhadap perkembangan IT. Bila masih banyak kekurangannya mohon dimaafkan dan bila berkenan dapat memberikan masukan guna perbaikan kedepannya. Bimbingan dari sesama blogger sangat saya nantikan... trims.

Kamis, 11 Oktober 2018

Diabetes sampai Stres, 5 Masalah Kesehatan yang Memicu Timbulnya Stroke

Jakarta - Banyak yang tidak menyadari bahwa stroke bisa terjadi pada siapa saja, di usia berapa saja, dan kapan saja. Apalagi stroke merupakan penyakit yang paling mematikan dan menimbulkan kecacatan. Tapi pada dasarnya, stroke ini sebenarnya dapat dicegah dengan mengetahui dan mengeleminasi faktor risiko yang kita miliki.

Dalam pertemuan media, dr Sahat Aritonang, Sps, MsiMed, FINS, FINA, dokter spesialis saraf dari RS Pondok Indah Bintaro Jaya menjelaskan beberapa masalah kesehatan yang bisa memicu timbulnya stroke. Mulai diabetes yang tidak terkontrol sampai dengan stres, ini dia beberapa di antaranya.

 1.DIABETES MELLITUS
Kok bisa ya diabetes mengakibatkan stroke? Diabetes erat dengan risiko aterosklerosis atau penebalan dinding pembuluh darah hingga aliran darah menuju otak tersumbat. Proses penebalan atau pengerasan dinding pembuluh darah ini sebenarnya mulai terjadi sejak kecil, tapi progresivitasnya tiap orang berbeda, tergantung gaya hidup dan penyakit yang muncul di dirinya, misalnya diabetes.
"Kalau pada diabetes, yang paling berperan komponen darahnya dengan aliran darahnya. Pada penderita diabetes kan darahnya akan cenderung lebih kental sehingga muncul statis atau penyumbatan di dinding pembuluh darah. Tapi harus dipahami, penyumbatan pada dinding pembuluh darah tidak langsung tiba-tiba menyumbat," ujar dr Sahat.
"Jadi kalau misalnya sudah diabetes sudah ada penyumbatan tapi gaya hidup tetap tidak berubah atau pengobatan tidak dilanjutkan ya prosesnya (penebalan dinding pembuluh darah) akan terus berlanjut," tambahnya.
Itulah pentingnya untuk mengontrol kadar gula darah untuk menghindari perkembangan penyakit yang tidak diinginkan.

2.ANEMIA
 Ini dikarenakan berkaitan dengan jumlah hemoglobin yang ada pada tubuh dapat menurun ketika mengalami anemia. Jika jumlah hemoglobin rendah, bisa di bawah 8 gr/dL, kemampuan untuk menyuplai oksigen melalui sel darah merah akan terganggu. Seberapa besar risiko stroke dan anemia?
"Risikonya cukup besar juga. Itulah mengapa ibu hamil butuh konsumsi tablet tambah darah," ungkapnya.

 3.STRESS
 "Ketika kita stres, tubuh akan melepaskan hormon-hormon stres. Hormon stres itu kan akan menyebabkan tekanan darahnya tinggi, gula darahnya tinggi. Jadi lama-lama jadi kayak lingkaran setan,"
Karena itu, kita harus mengetahui diri kita sendiri. Temukan hal yang bisa jadi penyeimbang stres kita sehingga stres bisa terkelola. Tapi tak menutup kemungkinan orang yang mampu mengelola stresnya bisa terlepas dari stroke, sebab ada juga orang yang merasa hidupnya rileks tapi ternyata punya faktor risiko lain seperti faktor orang tua yang punya diabetes, tekanan darah tinggi, atau bahkan riwayat stroke itu sendiri.

4.OBESITAS

Obesitas dapat mengakibatkan aterosklerosis, yaitu kondisi di mana terjadi penyempitan dan pengerasan di dalam pembuluh darah karena pengendapan kolesterol dan zat-zat lemak lainnya. Bila kondisi ini dibiarkan, maka pasokan darah yang berisi oksigen ke suatu organ (termasuk otak) bisa semakin berkurang.
Obesitas bukan hanya berarti berat badan yang tidak berat, tapi juga harus memperhitungkan dari indeks massa tubuh juga. Selain itu, perhatikan lemak yang ada di tubuh misalnya pada perut. Idealnya, pria sudah harus waspada ketika lingkar perutnya melebih 90 cm dan 80 cm untuk wanita.
"Kurus juga belum tentu bagus, siapa tahu pas di cek dia kolesterolnya, asam uratnya tinggi," kata dr Sahat.

5.PASCA STROKE

Harus selalu diingat, setelah mengalami stroke maka bukan tidak mungkin mengalami stroke berulang. Apalagi jika kita sudah mengetahui faktor risikonya namun tetap tidak mau mengubahnya. Ingat, stroke yang terjadi pasca stroke bisa membuat kondisi kesehatan jadi semakin buruk, lho.
"Tiap bagian otak punya perannya tersendiri. Kalau kena stroke ibaratnya kita bekerja dengan empat orang, satu orang tidak masuk. Tiga orang sisanya masih bisa mengerjakan bagian yang tidak masuk tadi, tapi kalau tiga orang tidak masuk? Satu orang ini bisa kewalahan. Sama dengan otak kita, mungkin bagian otak yang ini masih bisa membantu otak yang terkena stroke sebelumnya, tapi kalau kena stroke lagi akhirnya otak (bagian otak yang masih sehat) hanya bisa mengerjakan apa yang bisa ia kerjakan."

 https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4252475/diabetes-sampai-stres-5-masalah-kesehatan-yang-memicu-timbulnya-stroke/6/#news